BASIS (BINTANG AIR SOFTER INDONESIA)

basis 1basis.jpg

AD/ART BASIS

BAB I
UMUM

PASAL 1
NAMA ORGANISASI

Organisasi Olahraga dan Rekreasi airsoft ini bernama BASIS SHOOTING CLUB

PASAL 2
KEDUDUKAN

Pengurus BASIS SHOOTING CLUB berkedudukan di Jakarta

PASAL 3

BASIS SHOOTING CLUB didirikan di Jakarta pada tanggal 24 Oktober 2012

PASAL 4
ASAS DAN DASAR

BASIS SHOOTING CLUB berasaskan Pancasila sebagai Falsafah Negara dan berdasarkan Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945

PASAL 5
SIFAT

BASIS SHOOTING CLUB adalah organisasi olahraga dan rekreasi serta tembak target yang terbuka bagi masyarakat umum

PASAL 6
KEWAJIBAN DAN USAHA

BASIS SHOOTING CLUB berkewajiban dan berusaha untuk mencapai tujuan dengan

Merencanakan pembinaan dan pembibitan dan peningkatan prestasi olahraga airsoft
Membina dan mengarahkan pengembangan prestasi dibidang olahraga dan rekreasi airsoft secara menyeluruh bagi anggota
Memfasilitasi mengatur dan mengawasi permainan olahraga dan rekreasi airsoft baik intern Club maupun antar Club
Mengadakan kerjasama dengan Instansi dan terkait dalam hal pembinaan, legalitas, dan publisitas olahraga reaksi airsoft.

BAB II
KEANGGOTAAN

PASAL 7
ANGGOTA

Anggota Bintang Airsofter Indonesia adalah Individu yang memenuhi Persyaratan yang diajukan oleh BASIS
Untuk syarat-syarat dan ketentuan keanggotaan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Bintang Airsofter Indonesia

BAB III
KEPENGGURUSAN

PASAL 8

Pengurus adalah anggota tetap dari Bintang Airsofter Indonesia
Ketua Umum di Periode pendirian secara otomatis Dewan Pengawas (Pendiri)
Kepengurusan organisasi BASIS terdiri dari Dewan Pengawas dan pengurus harian
Dewan Pengawas berkewajiban mengawasi dan membina baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap anggota BASIS terkait dengan Etika dan Peraturan Organisasi yang terdapat di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Kepengurusan Harian terdiri dari unsur Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, bendahara Humas dan Logistik
Masa Kepengurusan adalah 5 (lima) tahun dan berhak untuk dipilih untuk kepengurusan berikutnya
Ketua dipilih oleh Musyawarah anggota yang dihadiri oleh minimal 50% dan 1 (satu) anggota BASIS
Wakil Ketua dipilih dengan suara terbanyak kedua setelah Ketua
Ketua dan Wakil Ketua berhak menyusun pengurus harian dan termasuk didalamnya sekretaris, bendahara, Humas dan Logistik
Ketua mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan fungsi leading, Organizing, Managing dan controlling terhadap keseluruhan program kerja organisasi yang telah disepakati
Ketua berkoordinasi dengan pengurus harian berkewajiban membuat rancangan program kerja dan tujuan organisasi untuk masa kepengurusan
Wakil ketua mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan fungsi pengawasan administratif dan membantu ketua seperti yang dimaksud dalam pasal 8 ayat 11
Sekretaris mempunyai tugas dan kewajiban untuk mengurus administratif club
Bendahara mempunyai tugas dan wewenang untuk menjaga dan mengelola kekurangan organisasi sebagaimana mestinya
Humas mempunyai tugas untuk dan wewenangyang terkait dalam masalah publikasi, media serta hubungan internal dan eksternal Organisasi
Logistik mempunyai tugas dan wewenang untuk menjaga dan mengelola inventaris club

BAB IV
PASAL 9

KEKAYAAN

Kekayaan Bintang Airsofter Indonesia berupa keuangan dan harta benda terdiri dari:

Uang
Perlengkapan Inventaris dan Dokumentasi

BAB V
LAMBANG DAN BENDERA

PASAL 10
LAMBANG DAN BENDERA

Bintang Airsofter Indonesia memiliki lambang dan Bendera yang diatur didalam AD/RT

BAB VI
PERUBAHAN DAN ATURAN PERALIHAN

PASAL 11
PERUBAHAN

Perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga sekurang kurangnya 2/3 dari anggota Bintang Airsofter Indonesia
Putusan diambil sekurang kurangnya dari 2/3 anggota BASIS yang hadir
PASAL 12
ATURAN PERALIHAN

Apabila ada aturan lain yang belum tercantum, maka akan diusulkan dalam bentuk klausa tambahan atau akan dilakukan amandemen terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dari Bintang Airsofter Indonesia merupakan Lex Specialis daripada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Paguyuban Airsofter Indonesia maka AD/ART Bintang Airsofter Indonesia akan menyesuaikan dengan yang baru.
Peraturan-peraturan yang terdapat didalam AD/ART Bintang Airsofter Indonesia ini dinyatakan berlaku setelah diumumkan terkecuali ada aturan baru yang mencabutnya baik secara Parsial ataupun keseluruhan berdasarkan Pasal 11 ayat 1 dan 2 Anggaran Dasar Bintang Airsofter Indonesia

TATA TERTIB AIRSOFT GUN
PASAL 1
DEFINISI

Dalam Peraturan dan Tata Tertib ini yang dimaksud dengan :
Airsoft Gun adalah mainan yang berbentuk replika unit api yang terbuat dari bahan plastik maupun campuran plastik dengan metal (non-baja) yang dapat melontarkan BB (Ball Bullet) dan memiliki kecepatan lontar (fps=feet per second) yang disesuaikan dengan Standar Internasionl dan telah diterapkan oleh IPSC yaitu maksimum sekitar 395 fps dengan batas toleransi sampai dengan 10% diatas fps maksimum dengan menggunakan teknologi antara lain:

Per (spring)
Compressed Gas jenis HFC khusus untuk Airsoft Gun (GBB=Gas Blow Back), dan ata Battery (AEG=Auto Electric Gun)
BB (Ball Bullet) dengan BB yang terbuat dari bahan plastk dengan berat antara 0.12 gram s/d 0.35 gram dengan diameter 6mm.
Importir adalah perusahaan yang mendapat izin khusus dari pihak yang berwenang untuk melakukan impor (pemasukan barang dari luar negeri) untuk produk-produk Airsoft Gun secara legal sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ada.
Toko Pengecer adalah penjual Airsoft Gun dan Peralatannya yang dapat menjual langsung kepada pemakai yang berhak, yang dibuktikan dengan melampirkan fotocopy KTA club. Toko berkewajiban memberikan penjelasan mengenai hak, kewajiban dan sanksi atas pembelian Airsoft Gun dan Peralatannya secara legal ditoko.

PASAL 2
KEPEMILIKAN AIRSOFT GUN DAN PERALATANNYA

Pemilik Airsoft Gun dan Peralatannya harus terdaftar sebagai Anggota Perkumpulan/Club yang telah terdaftar secara resmi pada Pengda PERBAKIN.
Pemilik Airsoft Gun dan Peralatannya harus memiliki Kartu Tanda Kepemilikan Airsoft Gun yang diterbitkan oleh Pengda PERBAKIN c.q. Bidang Airsoft Gun.
Pihak Pengda PERBAKIN diberi kewenangan untuk menerima Pendaftaran Kepemilikan Airsoft Gun dan akan melaporkannya kepada PB PERBAKIN.
Pemilik Airsoft Gun dan Peralatannya harus membawa Kartu Tanda Kepemilikan Airsoft Gun sebagai bukti legalitas atas kepemilikan Airsoft Gun.
Kartu Tanda Kepemilikan Airsoft Gun tidak berlaku (kadaluwarsa) apabila berakhirnyya masa berlakunya kartu.

PASAL 3
PENGGUNAAN AIRSOFT GUN DAN PERALATANNYA

Airsoft Gun dan Peralatannya hanya dapat digunakan untuk kegiatan yang terkait dengan olahraga dan permainan Airsoft Gun seperti Tembak Sasaran, Tembak Reaksi.
Airsoft Gun dan Peralatannya hanya dapat digunakan di tempat yang khusus diperuntukkan bagi kegiatan olahraga menembak, seperti Lapangan tembak yang sudah mendapat rekomendasi dari PERBAKIN.
Airsoft Gun dan Peralatannya dapat juga digunakan dilokasi lain dengan syarat lokasi tersebut sudah mendapat ijin dan rekomendasindari Pengda PERBAKIN serta Pihak Keamanan setempat untuk melaksanakan kegiatan Airsoft Gun.
Airsoft Gun dan Peralatannya tidak boleh dipergunakan untuk keperluan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum serta Tindak Pidana lainnya.
Pelanggaran atas Peraturan Airsoft Gun dan Peralatannya ini akan dikenakan sanksi administratif dari pihak PERBAKIN.

PASAL 4
PENDAFTARAN AIRSOFT GUN DAN PERALATANNYA

Pemilik Airsoft Gun dan Peralatannya harus mendaftarkan peralatannya kepada Pengda/Pengcab PERBAKIN setempat melalui masing-masing perkumpulan/Club dimana ia terdaftar sebagai anggota.
Formulir pendaftaran sudah dibuat standar oleh pihak Pengda PERBAKIN cq. Bidang Airsoft dan akan dibagikan kepada setiap perkumpulan/club yang telah terdaftar di PERBAKIN.
Persyaratan Pendaftaran Airsoft Gun dan Peralatannya wajib melampirkan:
a. Fotocopy KTP yang masih berlaku
b. Fotocopy Kartu Tanda Anggota Perkumpulan/Club menembak yang masih berlaku
c. Pas Foto 3×4 = 2 lembar
d. Biaya administrasi pembuatan Kartu Tanda Kepemilikan Airsoft
Perkumpulan/Club akan mengurus pengajuan Kartu Tanda Kepemiilikan kepada PERBAKIN cq. Bidang Airsoft
PERBAKIN cq. Bidang Airsoft akan menyampaikan laporan secara berkala sesuai jadwal penerbitan Kartu kepada pihak yang berwenang
Anggta club harus disertakan pada waktu pendaftaran
Anggota club minimum 25 orang

PASAL 5
HAK DAN KEWAJIBAN PEMILIK AIRSOFT GUN DAN PERALATANNYA

Setiap Pemilik Airsoft Gun dan Peralatannya wajib memenuhi peraturan yang telah ditentukan oleh Pengda PWRBAKIN cq Bidang Airsoft serta wajib mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Setiap Pemilik Peralatan Airsoft berhak mendapatkan perlindungan dan keamanan dalam menggunakan peralatan Airsoft sepanjang tidak melanggar Peraturan dan Ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pengda PERBAKIN.

PASAL 6
BERAKHIRNYA HAK KEPEMILIKAN AIRSOFT GUN DAN PERALATANNYA

Hak Kepemilikan Airsoft Gun dan Peralatannya dapat berakhir apabila:

Pemilik Airsoft Gun dan Peralatannya tidak lagi terdaftar sebagai anggota Perkumpulan/Club yang terdaftar pada Pengda PERBAKIN.
Pemilik Airsoft Gun dan Peralatannya telah terbukti melakukan Pelanggaran terhadap Peraturan dan Ketentuan yang diatur oleh Perkumpulan/Club.
Pemilik Airsoft Gun dan Peralatannya melakukan Pelanggaran dan Tindak Pidana yang bertentangan dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Masa Berlaku Kartu Tanda Anggota Club dan atau Kartu Tanda Kepemilikan Airsoft Gun telah berakhir.

PASAL 7
KETENTUAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN AIRSOFT GUN

Penyelenggaraan Kegiatan Airsoft Gun dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Penyelenggaraan Kegiatan Airsoft yang secara resmi diadakan oleh PERBAKIN yang bersifat regional/nasional dan dilaksanakan oleh panitia yang dibentuk oleh PERBAKIN.
b. Penyelenggaraan Kegiatan Airsoft yang secraa resmi diadakan oleh perkumpulan/club di Pengda/Pengcab PERBAKIN setempat.
Penyelenggaraan Kegiatan Airsoft yang diadakan oleh perkumpulan/club secara intern harus dilaksanakan dilokasi atau tempat yang sudah ditentukan atau sudah mendapat ijin dan rekomendasi dari pihak Pengda/Pengcab PERBAKIN dan Pihak keamanan setempat.
Penyelenggaraan Kegiatan Airsoft yang tidak mendapat ijin dan atau rekomendasi dari Pengda/Pengcab PERBAKIN dianggap kegiatan ilegal.

PASAL 8
PERSYARATAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN

Pemilik Airsoft Gun dan Peralatannya harus memenuhi Ketentuan mengenai Keselamatan (Safety Regulation) dan Keamanan antara lain:

Menggunakan Safety Googles
Menggunakan hoster/gunbag dengan pelindung magazin yang kedudukannya terpisah dari Airsoft Gun nya.
Dilarang mengarahkan Airsoft Gun kepada orang lain.
Dilarang mengarahkan tembakan percobaan kepada manusia atau binatang.
Dilarang memperlihatkan atau mempertontonkan Airsoft Gun dan Peralatannya di tempat umum/keramaian (kecuali ada izin).
Wajib membawa Kartu Tanda Kepemilikan Airsoft Gun.
Apabila event dan atau kegiatan dilakukanndi luar kota/daerah maka anggota harus membawa Surat Jalan sebagai utusan dari Perkumpulan/Club yang bersangkutan.
Surat Jalan sebagaimana dimaksud diterbitkan oleh sekretariat (Rekomendasi Pengda PERBAKIN) mewadahi divisi Airsoft Gun yang menerangkan maksud dan tujuan membawa Airsoft Gun dan Peralatannya serta menetapkan batas waktu yang jelas.

PASAL 9
PENGGUNAAN PERLENGKAPAN PENUNJANG AIRSOFT GUN

Dalam melaksanakan kegiatan yang terkait dengan Olahraga Airsoft Gun, para Airsofter dapat menggunakan Perlengkapan Penunjang berupa Seragam/Kostum dan atribut dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Tidak diijinkan menggunakan / memakai seragam / kostum dan atribut yang melambangkan perlengkapan TNI/POLRI.
Perlengkapan/seragam Airsofter tersebut hanya boleh digunakan dalam setiap event/kegiatan resmi yang dilaksanakan oleh Perkumpulan/Club, sebagaimana diatur pasal 7 Peraturan dan Tata Tertib ini.

PASAL 10
PENGADAAN AIRSOFT GUN DAN PERALATANNYA

PERBAKIN cq.Bidang Airsoft tidak mengatur mengenai proses maupun prosedur pengadaan dan atau impor Airsoft Gun dan Peralatannya bagi kepentingan olahraga menembak airsoft.
Prosedur Pengadaan dan atau import peralatan bagi kepentingan olahraga menembak airsoft akan mengacu kepada peraturan prundang-undangan yang berlaku.
PERBAKIN dapat memberikan Rekomendasi mengenai jenis-jenis peralatan yang digunakan oleh Olahraga Menembak Airsoft Gun kepada Pihak yang akan melakukan Pengadaan/import.

PASAL 11
PEMBINAAN KEGIATAN OLAHRAGA AIRSOFT GUN

Seluruh Kegiatan, Event dan atau aktifitas yang berkaitan dengan Olahraga Menembak Airsoft Gun termasuk dalam Pembinaan Kegiatan oleh Pengda PERBAKIN cq. Bidang tembak Reaksi.
Ketentuan mengenai Tata Cara Pembinaan Kegiatan oleh Pengda PERBAKIN akan diatur lebih lanjut oleh Ketua Umum Pengda PERBAKIN.

PASAL 12
PENGAWASAN KEGIATAN OLAHRAGA AIRSOFT GUN

Pengda PERBAKIN akan melakuakan Pengawasan terhadap seluruh aktifitas dan kegiatan Airsoft Gun di Pusat maupun daerah.
Pengawasan sebagaimana dimaksud akan dilaksanakan sesuai jadwal yang akan ditentukan oleh Pengda PERBAKIN.
Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan tersebut akan disampaikan kepada Ketua Umum Pengda PERBAKIN sesuai dengan Ketentuan yang berlaku.

PASAL 13
SANKSI ADMINISTRATIF

Pengda PERBAKIN dapat memberikan Sanksi Administratif atas Pelanggaran ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur pada Pasal 2 ayat (2), Pasal 4, Pasal 5 ayat (1), Pasal 8 dan Pasal 9 Peratiran dan Tata Tertib Bidang Olahraga Airsoft.
Sanksi Administratif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berupa :
a. Teguran / Himbauan
b. Peringatan tertulis
c. Pembatasan Kegiatan Event dan Usaha
d. Pembatalan Surat Rekomendasi
e. Penghentian sementara atau seluruh kegiatan
f. Pencabutan ijin

PASAL 14

Peraturan dan Tata Tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Apabila dalam pembuatan Peraturan dan Tata Tertib ini terdapat kekurangan maka akan diperbaharui sebagaimana mestinya.

TATA TERTIB BASIS
Anggota Bintang Airsofter Indonesia adalah anggota yang tercatat didalam kepengurusan BASIS menjaga dan menjunjung tinggi nama baik BASIS;
Menjunjung tinnggi rasa persaudaraan, persahabatan, solidaritas dan sportifitas antar angota;
Menghormati dan menghargai tim airsoft lain;
Tidak Terlibat Tindak Pidana;
Tidak menggunakan dan MENYALAHGUNAKAN unit Airsoftgun dimuka umum;
Setiap PENYALAHGUNAAN yang tidak sesuai dengan aturan dan peraturan yang telah ditetapkan CLUB terhadap unit Airsoftgun oleh angota Bintang Airsofter Indonesia dan Pengurus Club;
Setiap Pelanggaran Tata Tertib yang dilakukan oleh anggota Bintang Airsofter Indonesia bukan MENJADI TANGGUNG JAWAB Bintang Airsofter Indonesia;
Setiap anggota BASIS berkewajiban sebagai warga negara yang patuh dan taat Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Setiap anggota BASIS adalah Mitra Kepolisian;
Setiap anggota BASIS adalah Anggota Masyarakat yang BEBAS NARKOBA dan membantu Kepolisian serta BNN untuk P 4 GN (Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s